Rabu, 30 September 2015

Pelangi Kehidupan Ku

Cinta pada pandangan Pertama yang pernah Hilang

cerita ini merupakan kisah cinta yang sangat nyata, yang dialami oleh seseorang.

karya : Sri Dewi Damayanti

   Pertama kali melihat sosok dia, aku merasa kagum dan merasa bahwa dia adalah orang yang memiliki karakter  yang sangat aku kagumi. Waktu demi waktu aku hanya memperhatikan nya dari kejauhan dalam hati aku berkata "sosok aku gak bakalan mungkin menjadi kriteria yang dia cari" apakah mungkin ini yang dinamakan cinta bertepuk sebelah tangan? Tapi dalam hati aku berkata " suatu hari dia akan menjadi milikku yang pada akhir nya kekaguman ku terpisah oleh waktu" dan ternyata kehidupan yang aku jalani berkata lain, aku menikah di Usia muda, jujur pada saat itu aku belum paham sama sekali dengan apa itu yang namanya cinta singkat cerita Aku menikah dengan seseorang yang mungkin ini yang terbaik yang tuhan berikan dalam hidup ku, Aku mensyukuri Pernikahan yang aku jalani walau pun banyak hal dan rintangan yang aku hadapi dengan penuh keyakinan mungkin ini yang namanya cinta Manis pahit nya pun kehidupan yang aku jalani selalu aku syukuri karena aku tidak tahu cinta itu seperti apa, Hari demi hari, bulan demi bulan, bahkan tahun demi tahun pun aku lewai dengan penuh kepolosan ku, walau pun banyak kenyataan yang sangat menyakitkan aku lewatinya sendirian tanpa ada yang tahu bahwa sebenar nya ini adalah kenyataan ku dan aku meyakini nya inilah cinta. Dan tuhan pun membimbing ku agar selau mensyukuri kehidupan yang aku jalani walau pun Harta bukan segala nya tetapi itu semua merupakan hal yang sangat penting untuk menjalani kehidupan,.Harta dan ketulusan lah yang membuat kehidupan menjadi sempurna.
   Dan pada suatu waktu tuhan mempertemukan kembali sama orang yang dulu aku kagumi di suatu pertemuan, aku masih mengenali dia, tapi dia tidak mengenali ku. bahkan aku menyuruh nya untuk memindahkan kendaraan yang menghalangi kendaraan ku. Dia tersenyum manis dan aku pun membalas nya padahal sebenar pada saat itu kaki dia kesakitan, itu lah awal mula Cinta pada pandangan pertama yang pernah hilang dan kini cinta itu bersemi kembali. Dan aku pun bertemu kembali di suatu lokasi dia mengikuti kemana pun aku melangkah seolah olah dia penasaran dan kami pun saling menyapa walau pun dia belum ingat siapa aku, dan yang ke sekian kalinya aku bertemu dia kembali secara kebetulan. Singkat cerita kembali ternyata tuhan mengabulkan do'a ku yang dulu bahwa dia akan menjadi milikku, dan pada akhir nya pun ternyata dia memiliki rasa kekaguman yang sama seperti yang aku rasakan.. Dan kami pun menjalani nya dengan penuh ketulusan tanpa ada rasa takut kecewa..

Selasa, 29 September 2015

perkenalan ku

Perkenalan Ku

Belajar mosting buatan sendiri.. maaf yah bila masih acak acakan kaya gini..

maklum masih belajar sist.. yuu baca aja..


Pertama kali aku kenal dia,, aku kenal di Sosmed.. Biasalah kenal di chat,, anak sekarang kaya gimana.. dikit dikit update di sosmed, berawal dari chat lansung tukeran no hp lewat inbox kaya gitu lah..hha
waktu terus berjalan aku dengan nya jalan komunikasi satu sama lain..gak klop kan kita sering komunikasi tapi gak tau sama sekali sama orang nya.. ringkas aja cerita nya, tepat nya hari jum'at tanggal 22 agustus 2014 aku ketemu dia di suatu tempat bersama sahabat sahabat aku.. dag dig dug perasaan ku yang menjadi ga karuan kaya gini, tiba tiba tangan aku pun berkeringat dan  jadi dingin soalnya ketemuan nya ga bikin janji sama sekali guys, mana muka gue lagi kucel kucel nya eehh dia malah ngajak ketemuan.. dia yang saat itu sih bilang nya sekalian mau futsal katanya.. ya,, dia nanya nanya gituh dengan wajah polos nya dan dengan raut muka yang agak heran liat aku.. sejenak aku berfikir "apa ada yang salah dengan wajah ku ataw pun dengan penampilan ku ataw dengan pakaian ku??" Lantas aku melambaikan tangan di dekat wajah nya sambil bilang " kamu kenpa?? ko liatin nya kaya yang mau di introfeksi kaya gini, jadi takut ! hee"
seketika itu handphone nya berbunyi, temen nya nelpon. dengan terburu buru dia bilang kaya gini " mau pulang kemana teh? sma dede dianterin pulang nya sekarang, maaf yah ga bisa lama lama soal nya barusan udah di telpon sama temen katanya mau bertanding futsal, terus gue bilang gini "ohh,  soal pulang gampang,, ya udah aku pulang nya sendiri aja.. kamu pergi aja sanah katanya mau bertanding, dia: engga teh,, engga papa dede anterin pulang aja,, soal nya kan aku yang ngajak ketemu nyah.. langsung tancap gas dan bergegas untuk pulang.. di saat di perjalanan kami berbicang bincang ehhh baru tau .. OooOwww ternyata dia adalah junior aku pada waktu SMP. Aku sih orang nya yang cuek sama orang, jadinya gue gak tau dia sama sekali. 


Sabtu, 22 Agustus 2015

SELAMANYA TAK NYAMAN

SELAMANYA TAK NYAMAN
Karya :Ade Wildan Khairana Sudirman

Aku tak bisa merasa nyaman, bahkan di detik-detik aku memejamkan mata. Tidak nyaman dengan diriku sendiri ketika melihat betapa heroiknya kawan-kawanku membangun diri mereka sendiri, menggedor-gedor, menjebol dinding waktu dan ruang dengan segenap asa, hasrat dan tenaga, sementara aku memencilkan diri di sini. Membuat goretan-goretan tulisan dan bermain dengan obsesi betapa epos itu harus dirangkum untuk dikisahkan kembali dan lagi dan lagi di waktu-waktu mendatang, di ruang-ruang yang lain, oleh generasi-generai yang lain, kepada generasi-generasi yang lain, dan seterusnya. Betapa tak nyaman aku saat tenggelam dalam ekstasi yang bergejolak di rangkaian epik chaos, epik nihil, epik konsistensi, epik pemberotakan yang sepanjang hidup diguratkan kawan-kawan di kota tercinta ini. Betapa aku tak nyaman ketika kisah-kisah itu melambungkanku tinggi, menyedotku ke palung terdalam, menghempas-hempasku dalam pusar gulungan angin yang liar, memasungku tiba-tiba di tengah belantara sendirian, memaksa kaki-kaki kurusku menapaki jalanan-jalanan asing yang tak pernah kukenal dan sepertinya tak akan pernah kutapaki lagi selamanya bersama matahari, bulan, bintang, hujan, debu, angin. Aku tak merasa nyaman dengan celotehan malaikat kecilku, tak nyaman dengan belaian bidadariku, tak nyaman dengan musik-musik yag mengiringiku menuliskan kisah ini.
Aku tak bisa merasa nyaman, bahkan di detik-detik aku kembali membuka mata di pagi hari yang cerah dan merdu oleh cicit burung setelah tidur dua jam-tiga jamku yang gelisah. Musik-musik bergaung-gaung di dinding ruang-ruang dalam diriku. Memenuhi jiwaku, mengajaknya lepas, mengajaknya mendobrak sisi-sisi lain dalam diriku, menghadirkan semuanya dalam satu waktu, memecah jiwaku berserakan, dan melontarkan serpihannya di pinggiran hari-hari yang kulewati sepanjang hidupku. Tak nyaman aku dengan warnanya yang kerap berubah setiap aku mengedipkan mata hingga tak tahu aku bagaimana bentuknya, apa warnanya, nada-beat-melodi-irama-distorsi-feedback, semua menggelungku seperti ular. Mencumbuku. Menjilati leherku, lidahnya menusuk lubang telingaku. Aku mengerang, menjerit. Ejakulasi. Lalu terpecah berantakan. Seperti juga jiwaku, terpisah, tak lengkap, kesepian, tak nyaman, membentuk barisan doa yang bertumpuk, bergulung, berebut untuk pertama terucap hingga lalu tak satu pun di antara mereka benar-benar terucap. Di dalam, mereka menusuk-nusuk relungku, memberontak ingin keluar, ingin meliar, ingin masuk ke kerumunan, ke keramaian, menyeret-nyeret diriku hinga terluka, berdarah-darah.
 Aku benci keramaian, ruang sempit, dan pola berulang-ulang. Keramaian sedot energiku habis-habisan, membuatku berkunang-kunang dan pingsan. Ruang sempit memenjarakan indraku, membuatku satu dengan kondisi terendah dari diriku : materi, segumpal daging dan darah. Membatasi aku merengkuh alam, meleburkan diri bersamanya. Pola berulang menyungsangku dalam lingkaran matahari. Membuatku bagai roda, senantiasa berputar, sementara aku adalah pasak. Dan aku sangat tak nyaman lantaran kini aku ada di sana. Aku di kerumunan, di dalam diriku yang paling kecil, dan di dalam pola-pola menuju diriku yang berada di keramaian, dalam diriku yang paling kecil, dan dalam pola-pola menuju diriku yang berada di keramaian, dalam diriku yang paling kecil, dan dalam pola-pola menuju diriku ... Words playing me déjà vu… 
Namun apa itu nyaman? Kamu yang sudah nyaman, maka tuntaslah ,Silakan mati duluan!


Bila ada sudah merasa nyaman dengan hidup di dunia ini silahkan mati duluan , karena di dunia ini kita tidak akan merasakan kenyamanan seperti di surga tuhan mu nanti , semua yang ada di dunia ini hanya fana belaka .